Keindahan Pantai di Bali
Wisata Bali

Limbah Hotel Di Bali Semakin Memprihatinkan, Salah Siapa?

17

Siapa yang tidak ingin berlibur ke Bali? Sewa mobil lepas kunci di Bali ? Atau hanya sekedar backpacker-an? Namun permasalahannya bukan itu. Sangat klasik, yaitu S-A-M-P-A-H! Ya, sampah! Limbah hotel di Bali sebenarnya bukan satu-satunya kasus yang terjadi di Indonesia. Di beberapa daerah lain di Jawa, Sumatera, Sulawesi, atau pulau-pulau lain juga punya kasus yang sama. Dengan kata lain limbah sudah menjadi masalah umum serta perlu penanganan secara nasional supaya tidak semakin parah merusak lingkungan hidup.

Pantai Terindah di Bali

Pantai Terindah di Bali

Kasus limbah hotel di Bali cepat menjadi pemberitaan karena beberapa sebab. Yang paling utama karena Bali merupakan ikon wisata sehingga kasus sekecil apapun mudah sekali terekspos ke publik. Tak terkecuali kasus mengenai pantai-pantai di Bali yang terkontaminasi limbah dari hotel-hotel disekitarnya.

Tentu saja ini butuh penanggulangan secepat mungkin mengingat kondisi tersebut lambat laun berpotensi mempengaruhi kedatangan wisatawan ke Pulau Dewata.

Contents

READ  Menikmati Pesona Pantai Bebas Limbah Di Bali

13 Pantai Tercemar

Baru-baru ini Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bali melakukan uji laboratorium terhadap kualitas baku dari mutu air laut. Dari hasil uji laboratorium tersebut sedikitnya ada 13 pantai yang statusnya tercemar limbah hotel di Bali.

Keindahan Pantai di Bali

Keindahan Pantai di Bali

Ironisnya, dari 13 pantai tadi beberapa diantaranya adalah pantai-pantai yang merupakan destinasi favorit para wisatawan. Ini bisa dilihat dari daftar data pengunjung setiap tahunnya. Pantai-pantai tersebut diantaranya yaitu: Pantai Sanur, Pantai Kuta, Pantai Soka dan Pantai Candidasa.

Terutama Sanur dan Kuta, seperti yang kita ketahui bersama kedua pantai tersebut menjadi kawasan favorit wisatawan lokal dan mancanegara. Namun dari uji laboratorium oleh BLH, indikasi pencemaran di Sanur dan Kuta sudah berada di level mengkhawatirkan.

Kadar COD dan BOD Diatas Normal

Pantai-pantai yang disebutkan diatas dinyatakan tercemar limbah hotel di Bali karena secara rata-rata mengandung kadar Chemical Oxygen Demand (COD) dan Biological Oxygen Demand (BOD) melebihi ambang baku mutu. COD sendiri merupakan kebutuhan oksigen kimia untuk reaksi oksidasi dari bahan buangan dalam air. Sedangkan BOD adalah kebutuhan oksigen biologis guna memecah limbah buangan dalam air oleh mikroorganisme.

READ  Menikmati Pesona Pantai Bebas Limbah Di Bali

Yang lebih memprihatinkan lagi, kadar COD maupun BOD di sejumlah pantai rata-rata mencapai diatas 7 ppm atau tingkat diatas batas normal. Disamping itu, kandungan fosfat maupun nitrat serta nitrit kadarnya juga melampaui baku mutu lingkungan.

Menurut Gede Suarjana yang merupakan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium BLH Bali, mayoritas pantai di Bali mengalami pencemaran organic. Artinya pencemaran bisa berasal dari limbah domestik maupun limbah dari hotel yang sifatnya organic.

Di kesempatan berbeda, Catur Yudha Haryani, Direktur Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali mengatakan bahwa banyaknya hotel-hotel besar, terutama hotel-hotel di kawasan pantai menyebabkan kandungan bahan pencemaran organic pada air laut di pantai-pantai Bali semakin tinggi. Dengan kata lain pemilik hotel tidak menerapkan pola pengelolaan sampah maupun limbah dengan baik.

READ  Menikmati Pesona Pantai Bebas Limbah Di Bali

UU No. 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah

Tidak hanya hotel skala kecil namun cukup banyak hotel berbintang yang tidak menjalankan pengelolaan sampah dengan benar. Hal ini tentu mengindikasikan kurang diimplementasikannya UU No. 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah. Intinya para pelaku dunia usaha belum mampu menjalankan Undang-Undang tersebut dengan baik, untuk kategori limbah cair ataupun limbah padat.

Limbah Sampah Hotel di Bali

Limbah Sampah Hotel di Bali

Hasil penelitian program Pasca Sarjana Ilmu Lingkungan Universitas Udayana menyimpulkan bahwa pantai-pantai di Bali bukan hanya tercemar limbah organic namun sudah terkontaminasi logam berat. Adapun logam berat yang dimaksud yaitu Cromium yang nilainya berkisar 0,018-0,019 ppm, Cadmium 0.019-0,026 ppm, dan Timbal 0,027-0,034 ppm.

Limbah hotel di Bali sebenarnya merupakan persoalan bersama. Penyelesaiannya juga harus bersama-sama. Tidak hanya sepenuhnya menjadi tanggung jawab dinas pariwisata namun pihak pengelola hotel juga butuh sosialisasi tentang bagaimana mengolah limbah dengan baik. Sedangkan untuk pengunjung pantai dan warga lokal juga perlu ditanamkan kesadaran membuang sampah pada tempatnya.

About the author / 

Effluencer